Saya Sampai Tepat Jam Satu

by Michael Yuli Arianto

Bagaimana kita menghibur orang yang sudah kadung menunggu? Tentu dengan datang tepat waktu. Namun tak perlu terburu-buru, terlambat sudah seperti kerak yang membatu. Susah hilang dan susah dihilangkan. 

Saya punya pengalaman membuat orang menunggu lebih dari dua jam, saya pun punya pengalaman menunggu hingga lebih dari dua jam. Impas memang, sayang orangnya beda. Kadang kita menerima beragam alasan, tinggal bagaimana kita menyikapinya kan? 

Jika kini kita melihat apa alasan kita pernah terlambat, akan muncul beragam kata yang merangkai indah bagai puisi dan mengalir bagai sungai di tengah musim penghujan. Alasan tetaplah alasan, tidak bisa dijadikan pembenaran. Tapi toh tak mengapa, karena kata Mas Aan: “Terlambat itu terhormat”

Advertisements