Semesta dua belas siang sampai dua belas malam.

by Michael Yuli Arianto

Ndes, mbuh piye carane kene kudu iso nggedekne MESI, tur meh piye, bocah-bocah e wis angel dilumpukne, wis do duwe urusan dewe-dewe, sing wingi diatur jatah nulis kae yo podo le ra mlaku, njur iki ameh piye?

Dari dua belas siang kami berkumpul, hingga dua belas malam kami menulis, tulis, edit, terbit. Kami merasakan seperti apa menjadi kuli tinta atau mungkin lebih tepatnya kuli keyboard. 

Tidak sia-sia kami pesan tiga cangkir kopi per orang, belum termasuk snack dan makanannya. Beragam kata berhasil kami rangkai, beragam istilah kami gunakan, beragam isu kami terbitkan.

Zionist, liberal, antek barat? Kami justru bangga, kami diapresiasi.

Advertisements