Mlebu Wae Ndes, Pintune Ra Dikunci.

by Michael Yuli Arianto

Kos tiga kali tiga, lengkap dengan TV dan meja. Kalau ngantuk ada kasurnya, tapi awas, di ujung kasur ada lemari, entah isinya apa karena justru tumpukan baju ada disampingnya.

Kalau haus tinggal ambil gelas, kalau lapar tinggal ambil dompet, jalan barang sebentar sudah ada burjo. Kalau setengah lapar biasanya ada pop mie, kalau cuma iseng di meja ada Milo sama teh.

Di Alamanda yang bayar oranya jelas, tapi yang tiap hari kesana tidak jelas. Ngakunya nge-kos sendirian. Tapi tiap malam tak kurang dari dua orang.

Ndak usah takut ke-kunci, yang punya ndak kemana-mana. Toh kalau yang punya mau pergi, kita bisa minta itu kunci.

Tapi sekarang Alamanda sepi, orang-orangnya sudah sibuk sendiri-sendiri. Tapi justru bagus, karena Alamanda memang harus seperti itu. Ganti orang, ganti generasi.

Besok Alamanda pasti ramai lagi.

Advertisements